SWARAHUKUM.COM-Medan, Harga bahan pokok di Medan menjelang Idulfitri 2026 dipastikan masih dalam kondisi stabil. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution turun langsung meninjau kondisi pasar tradisional untuk memastikan harga dan ketersediaan pangan tetap aman bagi masyarakat.
Peninjauan harga bahan pokok di Pasar Sukaramai Medan dilakukan pada Selasa (17/3/2026). Dalam kunjungannya, Bobby Nasution mengecek langsung sejumlah komoditas penting yang biasa dibeli masyarakat menjelang hari raya.
“Alhamdulillah, harga tidak bergejolak begitu tinggi. Harga-harga Alhamdulillah stabil,” ujar Bobby Nasution usai meninjau pedagang di Pasar Sukaramai.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, beberapa harga bahan pokok masih berada pada kisaran yang wajar. Harga cabai merah tercatat sekitar Rp32.000 per kilogram, cabai rawit Rp24.000 per kilogram, serta bawang merah Rp32.000 per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi berada di kisaran Rp135.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Untuk minyak goreng merek Minyakita dijual sekitar Rp16.000 per liter.
Harga bahan pokok di Sumatera Utara, menurut Bobby, masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Telur harganya tadi Rp1.800 per butir. Ayam di bawah HET, daging juga sekitar Rp135 ribu sampai Rp140 ribu,” jelasnya.
Bobby juga menegaskan bahwa kondisi harga saat ini tidak dipengaruhi oleh kekurangan stok bahan pangan. Ia menilai persoalan yang sempat muncul lebih disebabkan oleh faktor distribusi barang ke pasar.
Menurutnya, pemerintah daerah kini lebih fokus memantau jalur distribusi agar pasokan bahan pokok dapat terus tersedia di pasar.
“Nah ini kita indikasikan bukan stoknya. Kemarin tiba-tiba tidak ada barang, hari ini ada lagi. Jadi ini bukan masalah stok, tetapi distribusinya yang harus kita pantau,” katanya.
Selain memeriksa harga, Bobby juga melihat langsung pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah yang digelar di Pasar Sukaramai. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang hari raya.
Dalam program ini, beberapa komoditas dijual dengan harga khusus. Ayam ras beku dijual Rp40.000 per kilogram, beras SPHP Rp58.000 untuk kemasan 5 kilogram, serta Minyakita Rp31.000 untuk kemasan 2 liter.
Menariknya, transaksi pembelian dalam program ini dilakukan secara non-tunai menggunakan sistem pembayaran digital QRIS.
Bobby menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan bersama sejumlah pihak, termasuk Bank Indonesia, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta Polda Sumatera Utara.
“Bersama Bank Indonesia, TPID, dan Polda, kita menjalankan program ini untuk memastikan masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau menjelang hari raya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Rudy Brando Hutabarat mengatakan program Gerakan Pangan Murah berbasis QRIS tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga mendorong penggunaan sistem pembayaran digital di masyarakat.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus meningkatkan literasi transaksi non-tunai di pasar tradisional.
Dengan adanya pemantauan langsung dari pemerintah daerah serta dukungan berbagai pihak, stabilitas harga bahan pokok di Sumatera Utara diharapkan tetap terjaga hingga Idulfitri 2026.(Red)

Posting Komentar