![]() |
| ilustrasi |
Ginjal adalah fitler utama tubuh. Saat fungsinya menurun, limbah metabolik dan cairan berlebih tak lagi tersaring dengan baik, sehingga racun menumpuk dan membahayakan organ lain. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berujung pada gagal organ bahkan kematian.
Ada dua jenis gagal ginjal, yaitu akut dan kronis. Gagal
ginjal akut adalah kerusakan ginjal yang terjadi secara tiba-tiba, biasanya
terjadi dalam hitungan jam atau hari. Sementara itu, gagal ginjal kronis
merupakan kondisi yang terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan parah dalam
jangka waktu lama atau lebih dari tiga bulan, yang menyebabkan kerusakan
permanen.
Masalahnya, pada fase awal gagal ginjal biasanya tidak
menimbulkan gejala spesifik, sehingga banyak orang yang baru menyadari
kondisinya setelah kerusakan ginjal sudah cukup parah.
Selain itu, gejala gagal ginjal akut dan kronis mungkin
berbeda dan mungkin menyerupai kondisi atau masalah medis lainnya. Setiap
individu mungkin mengalami gejala yang berbeda.
Memahami gejala penting untuk deteksi dan penanganan tepat
waktu.
1. Mudah lelah
Kelelahan adalah gejala umum pada gagal ginjal. Ginjal yang
sehat memproduksi eritropoietin, hormon krusial untuk pembentukan sel darah
merah. Saat fungsi ginjal menurun, produksi eritropoietin berkurang sehingga
jumlah sel darah merah ikut turun dan muncul anemia. Kelelahan yang menetap
menjadi salah satu tanda utama anemia.
2. Kencing lebih sering dan perubahan warna urine
Masing-masing ginjal mengandung sekitar satu juta nefron.
Setiap nefron memiliki unit penyaring kecil bernama glomerulus, yang tersusun
dari kumpulan pembuluh darah halus.
Glomerulus menyaring racun, asam, dan kelebihan cairan dari
darah. Jika ginjal sehat, semua zat sisa itu akan dikeluarkan lewat urine.
Ketika ada penyakit ginjal, kerusakan pada nefron dan
glomerulus membuat proses penyaringan terganggu.
Pada penyakit ginjal kronis, kamu mungkin merasakan dorongan
untuk buang air kecil lebih sering, terutama pada malam hari, dan bisa
memperhatikan salah satu atau beberapa tanda berikut:
1. Urine berubah warna menjadi lebih gelap.
2. Muncul darah di urine.
3. Urine tampak berbusa.
Jika kondisi makin parah hingga gagal ginjal, produksi urine
bisa menurun drastis atau bahkan berhenti sama sekali.
3. Mual dan ingin muntah
Mual kerap muncul pada orang dengan gagal ginjal.
Penyebabnya antara lain:
1. Penumpukan produk sisa metabolisme (uremia) yang seharusnya
disaring ginjal.
2. Ketidakseimbangan elektrolit, seperti natrium dan kalium.
3. Efek samping obat-obatan yang dikonsumsi.
Beberapa orang juga dapat mengalami komplikasi pada saluran
cerna bagian atas, misalnya gastropati uremik, yang menyebabkan iritasi dan
peradangan di lambung dan kerongkongan.
4. Gatal-gatal
Gagal ginjal dapat memicu pruritus uremik, yaitu rasa gatal
hebat pada kulit. Kenapa begitu? Ginjal yang sehat berperan dalam mengatur
kadar hormon paratiroid. Nah, ketika hormon ini melambung terlalu tinggi, gatal
pun muncul.
Selain gangguan hormon, tingginya kadar fosfor dan kulit
kering ikut memperburuk rasa gatal. Peradangan pada kulit atau saraf juga bisa
menjadi pemicu.
Rasa gatal yang tak kunjung reda tak hanya mengganggu
kenyamanan, tetapi juga dapat merusak kualitas tidur, memengaruhi kesehatan
mental, dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
5. Bengkak di beberapa bagian tubuh
Fungsi filtrasi ginjal yang menurun dapat menyebabkan
penumpukan cairan dalam tubuh. Kondisi ini memicu pembengkakan di kaki, perut,
dan area tubuh lainnya, bahkan dapat menyebabkan edema paru, yaitu kondisi
penumpukan cairan di paru-paru, jika cukup parah.
Pembengkakan juga bisa muncul akibat sindrom nefrotik. Saat
nefron rusak, albumin (protein dalam darah) bocor ke urine sehingga kadar
albumin darah menurun. Akibatnya, cairan merembes dari pembuluh darah ke
jaringan, menimbulkan edema terutama pada bagian telapak kaki, pergelangan
kaki, dan tungkai. Kamu juga mungkin melihat pembengkakan di lengan atau
sekitar mata.
6. Kram otot
Saat ginjal mulai gagal, kamu bisa mengalami kram otot, rasa
lemah, atau mati rasa. Ginjal sebenarnya berperan penting dalam menjaga
keseimbangan mineral dan garam, seperti kalsium, natrium, fosfor, dan kalium di
dalam darah. Ketika kadar zat-zat ini tidak seimbang, otot mudah menegang
sehingga kram muncul, dan dapat disertai gejala lain seperti kelemahan atau
kesemutan.
7. Sesak napas
Sesak napas, atau dispnea, kerap dialami oleh orang yang
mengalami gagal ginjal.
Saat fungsi ginjal menurun, tubuh kehilangan kemampuan
mengatur keseimbangan cairan, sehingga cairan bisa menumpuk di paru-paru. Di
sisi lain, penurunan produksi eritropoietin mengakibatkan anemia dan
berkurangnya sel darah merah, serta beban ekstra pada jantung. Semua faktor itu
membuat napas terasa berat.
8. Kebingungan
Pasien gagal ginjal kerap mengalami kebingungan serta
kesulitan mengingat atau berkonsentrasi.
Salah satu penyebab utamanya adalah ensefalopati uremik,
suatu kondisi penumpukan racun di otak akibat menurunnya fungsi ginjal.
Selain itu, efek samping obat-obatan, ketidakseimbangan
elektrolit, penumpukan cairan, dan peradangan juga bisa memperburuk kondisi
ini.
9. Sakit kepala
Sakit kepala bisa muncul akibat penumpukan racun di otak
(ensefalopati uremik). Gejala ini juga sering dialami oleh pasien yang
menjalani dialisis, kemungkinan akibat fluktuasi tekanan darah dan
ketidakseimbangan elektrolit.
10. Masalah neurologis
Baik penyakit ginjal kronis maupun cedera ginjal akut dapat
berdampak pada otak, menurut penelitian.
Baik anak-anak maupun orang dewasa dengan gagal ginjal
berisiko mengalami gangguan kognitif, terutama pada fungsi eksekutif. Ini
merupakan kemampuan mengatur emosi, mengendalikan dorongan, dan mempertahankan
fokus.
Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi para
ahli menduga kombinasi tekanan darah tinggi, anemia, dan penumpukan racun di
darah (uremia) memainkan peran utama.
Pada kondisi uremia yang berat, dapat berkembang
ensefalopati uremik, yaitu gangguan otak yang ditandai dengan kebingungan,
delirium, kejang, dan koma.
11. Tekanan darah tinggi, bisa membahayakan jantung
Ginjal bertugas mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh,
sekaligus memproduksi hormon, seperti renin, yang krusial dalam menjaga tekanan
darah.
Ketika fungsi ginjal menurun, mekanisme pengaturan cairan
dan hormon ini terganggu, memicu hipertensi. Tekanan darah tinggi yang
berkepanjangan membebani jantung, mengganggu fungsinya, dan membuka peluang
munculnya penyakit kardiovaskular.
Akibatnya, pasien gagal ginjal memiliki risiko lebih besar
terkena gangguan jantung dibandingkan dengan orang-orang yang ginjalnya sehat.
Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah dan evaluasi jantung secara rutin
wajib dilakukan untuk mencegah komplikasi serius.
12. Masalah pada tulang dan sendi
Ginjal memegang peran vital dalam produksi dan pengaturan
hormon yang menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Ketika fungsi ini terganggu,
tulang dapat menipis dan melemah, disertai kekakuan serta nyeri pada
persendian.
13. Ada sensasi rasa logam di mulut
Ketidakseimbangan elektrolit dan faktor lain dapat mengubah
indra perasa seseorang.
Sebuah penelitian pada 104 pasien penyakit ginjal kronis
stadium akhir menemukan bahwa 28,7 persen di antaranya kehilangan kemampuan
mengecap, sementara sebagian lainnya merasakan sensasi rasa logam di mulut.
14. Kurang gizi
Orang dengan gagal ginjal kerap mengalami kurang gizi karena
beberapa faktor.
Gejala penyakit ginjal sering menimbulkan rasa tidak enak
badan, dan gangguan ginjal dapat mengubah indera pengecap. Kombinasi kondisi
tersebut sering memicu hilangnya nafsu makan, sehingga sulit mempertahankan
pola makan bergizi secara konsisten.
15. Dampak buruk pada kesehatan mental
Gagal ginjal dapat memengaruhi kesehatan mental dengan
beberapa cara, dan gangguan seperti kecemasan serta depresi merupakan tantangan
yang cukup sering muncul.
Kebutuhan untuk menjalani perawatan intensif, rasa khawatir
terhadap masa depan, hingga faktor lain dapat berdampak besar pada kualitas
hidup. Selain itu, penggunaan obat-obatan dan perubahan fisik, seperti
ketidakseimbangan elektrolit, juga bisa memengaruhi cara seseorang berpikir dan
merasakan emosi.
Dalam kondisi ini, dokter atau tenaga kesehatan lainnya
dapat membantu orang dengan gagal ginjal untuk mengelola kesehatan mentalnya
agar tetap mampu menjalani hidup dengan lebih baik.

Posting Komentar