Marlon Purba : Masyarakat Semakin Susah Akibat Pengguna Narkoba Semakin Meningkat

Lassernews.com - Medan, Tokoh masyarakat asal Sumatera Utara, Marlon Purba,SH sangat menyesalkan atas ketidakmampuan Pemerintahan Jokowi-JK dalam penanganan Kasus Narkoba diseluruh tanah air Indonesia, Akibatnya masyarakat kecil semakin susah akibat semakin meningkatnya para pengguna Narkoba.

Pemerintah harus melihat fakta keadaan yang sebenarnya, Pemberantas Narkoba bukan cenderung menurun akan tetap secara grafik menaik bahkan sudah sampai keambang titik nadir tetapi mengarah ke penghancuran generasi muda bangsa Indonesia. Tidak sampai disitu saja, pemakai Narkoba ini sudah memasuki wilayah institusi penegak hokum seperti di Mahkamah Konstitusi, DPR, TNI-Polri, Kepala Daerah, Tenaga Pendidik dan Pilot. Membuktikan Pemerintah yang berkuasa di era saat ini telah Gagal., Tegas Marlon Purba yang juga mantan anggota DPRD Sumut kepada Wartawan, Kamis (29/9/2016) pukul 11:30 Wib di Resto Mbak Ani jalan Jermal 15 Medan.

“Uang Negara sudah banyak dihabiskan itu kan uang rakyat, Adanya BNN bukan solusi.”ucap Marlon.

Jadi, Kalau Pemerintah tidak berkemampuan beri kewenangan kepada masyarakat melalui UU untuk ikut berantas, “Jujur, Saya tidak punya kepentingan dalam hal ini, hanya kasihan kepada  generasi muda berikutnya cucu hingga cicit, kalau bukan sekarang dimulai pemberantasan Narkoba bangsa ini hanya cerita belaka, pelan tapi pasti kita dikuasai bangsa asing sebab tidak ada lagi rasa kepedulian akan cinta tanah air,ujar Marlon.

“Di usia saya ke 70 Tahun ini, miris melihat keadaan Lapas. Bukan rahasia umum lagi bahwasanya di Lapas lebih bebas memakai Narkoba, Bahkan di dalam Lapas terjadi transaksi jual beli Narkoba,” tutur Marlon Mantan aparat Kepolisian.

Marlon berharap, Presiden Jokowi meniru sikap tegas Presiden Filipina dalam hal membongkar pejabat beking Narkoba, Data yang diberitakan beberapa Media menyebutkan, sejak Duterte berkuasa, setidaknya 400 tersangka pengedar narkotika telah tewas. Di sisi lain, 4.500 orang ditahan dan 585.805 orang lainnya menyerah. Selain itu, berkat kebijakan Duterte yang amat keras masalah narkotika ini, di Filipina juga marak aksi kelompok-kelompok massa non-polisi yang men-sweeping dan membunuhi para pengedar serta bos-bos mafia narkotika tersebut.

Masalahnya, beranikah Presiden Jokowi selaku Panglima Tertinggi mengambil langkah setegas Presiden Duterte ?,tanya Marlon.

“Saya minta kepada KPK yang memiliki alat canggih untuk turun tangan berantas Narkoba, lewat oknum pejabat Negara Nakal yang masih suka barang haram tersebut.”ucap Marlon sembari menambahkan pemimpin Agama di Negeri ini setiap saat mengingatkan lewat ceramah dan dakwah bahaya laten Narkoba.

Kalau tidak ada kemampuan pemerintah bagusnya dibebaskan saja tentu hal ini memerlukan kajian yang mendalam, Jujur saya katakan bukan bermaksud dukung para Bandar,tetapi tindakan aksi nyata pemerintah yang ditunggu masyarakat, silahkan akuntan public melakukan hitung-hitungan terkait uang Negara membiayai institusi BNN, Biaya Rehabilitasi dan Uang makan para Napi kasus Narkoba di Lapas, Bila perlu munculkan lagi Petrus yakni penembak misterius,Ucap Marlon.

Menjadi pertanyaan,  Masih adakah cinta kebangsaan disetiap diri kita, Bandar tidak akan pernah jadi korban tetap saja masyarakat kecil jadi korban, makanya tidak heran angka perceraian di negeri ini sangatlah tinggi, tetap saja korbannya masyarakat kecil yang usianya masih muda akibatnya keluarganya pun jadi berantakan hanya karena candu narkoba.

Masih ditempat yang sama, Marlon juga memberi apresiasi kepada wartawan yang oleh tulisannya para petinggi menjadi tambah pintar, Maka dengan kehadiran wartawan disini saya ketuk hati kalian untuk ikut bersama memberantas narkoba, yang terpenting dalam hidup ini Tulus dan ikhlas,ucapnya Mengakhiri Pembicaraan. (Rafli/Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama