Disperindag Batam dan Hiswana Migas Kepri Sosialisasi Distribusi LPG 3 Kg


SWARAHUKUM.COM - Batam, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Batam bersama Hiswana Migas Kepri menggelar acara sosialisasi pendistribusian LPG 3 kilogram dan verifikasi data pangkalan Gas se-kota Batam, di Hotel Harmoni One Batam center, kota Batam, Senin (10/7/2023).


"Verifikasi ini sangat penting. Dengan kouta yang kita miliki itu bisa tepat sasaran. Hingga tidak adalagi kelangkaan gas 3 kilogram," ujar Gustian Riau.


Dijelaskan Gustian, saat ini, saat ini terdapat 2.344 jumlah pangkalan pangkalan gas dan 17 Agen gas LPG 3 kilogram yang tersebar di seluruh kota Batam.


Nantinya, verifikasi pangkalan itu akan melalui sistem yang dibuat oleh Disperindag Batam bersama dengan Hiswana Migas Kepri dan Pertamina.

"Untuk memudahkan kan pangkalan dalam melaporkan penyaluran. Nanti melalui sistem. Ini kan zaman online, "sebutnya.


Gustian juga menegaskan kepada semua pemilik pangkalan agar mematuhi semua peraturan yang berlaku terkait pendistribusian gas LPG 3 kilogram. "Pengawasan akan terus kita lakukan. Termasuk sidak pangkalan. Harus sesuai alamat yang tertera. Jangan nanti alamat dimana, pangkalan dimana. Itu akan kita tindak tegas," tegas Gustian Riau.


Lebih lanjut, kata Gustian, untuk meningkatkan perekonomian dan penghasilan pangkalan gas LPG 3 kilogram. Pihaknya juga menyarankan pangkalan untuk berusaha dibidang sembako.


"Nanti kan ada dari Bank BSI. Mungkin ada program KUR. Seperti apa programnya. Nanti mereka yang akan menyampaikan, mereka hadir dalam acara ini," pungkas Gustian Riau.


Ketua Hiswana Migas kepri Harian Haris, menyebutkan, agen dan pangkalan merupakan operator yang menyalurkan LPG 3 kilogram dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.


Menurutnya, pendistribusian gas LPG 3 kilogram ini juga memiliki banyak aturan dan klasifikasi. Tidak semua warga bisa mendapat bantuan subsidi gas LPG ini. Sehingga bantuan subsidi bisa tepat sasaran. Pemerintah sudah menuliskan pada tabung gas LPG 3 kilogram itu hanya untuk masyarakat miskin.


"Barang ini bersubsidi, jadi harus tepat sasaran. 1 Oktober nanti akan diluncurkan aplikasi untuk sistem laporan pendistribusian," ungkap Harian Haris dalam sambutannya.


Walikota Batam Muhammad Rudi menyampaikan, agen dan pangkalan gas LPG sangat berperan sebagai penyambung peraturan pemerintah pusat. Agen dan pangkalan harus sabar dalam menghadapi masyarakat Kota Batam. Sehingga segala persoalan gas bisa terselesaikan.


"Terimakasih banyak Bapak ibu sudah membantu Pemko Batam mulai dari peralihan dari minyak tanah ke gas elpigi," katanya. (Hendra S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama