Pemprovsu Apresiasi Hipesbi Sumut Peduli Sejarah dan Budaya Sumatera Utara

Medan,LasserNews.com - Sekdaprovsu Drs Hasban Ritonga mengatakan bahwa Pemprovsu mengapresiasia Himpunan Pemerhati Sejarah dan Budadaya Indonesia (Hipesbi) Provinsi Sumatera Utara. Karena Hasban mengakui seiring dengan perkembangan saat ini nilai-nilai adat budaya dan sejarah semakin menipis.

"Perkembangan zaman saat ini membuat sejarah dan budaya semakin memudar dikalangan masyarakat apalagi generasi muda," ujar Hasban.

Hal ini terungkap saat Sekdaprovsu Hasban Ritonga menerima audiensi Himpunan Pemerhati Sejarah dan Budaya Indonesia (Hipesbi) Provsu, Jumat (5/6/2015) di ruang kerja Sekdaprovsu Lt. 9 Kantor Gubsu. Jl. P. Diponegoro No.30 Medan. Sekdaprovsu pada kesempatan itu didampingi Asisten Kesejahteraan dan Sosial Setdaprovsu  Pemprovsu, Kadis Kominfo Provsu Jumsadi Damanik, pejabat eselon III Dinas Pariwisata Provsu dan Dinas Pendidikan Provsu.

Pada kesempatan itu Sekdaprovsu juga mengatakan bahwa pemprovsu menyambut baik program kerja yang dilakukan Hipesbi dan mengucapkan terima kasih. Karena di jaman sekarang ini banyak masyarakat yang telah melupakan sejarah pendahulunya dan adat budaya yang ditinggalkan oleh leluhur bangsa Indonesia, terutama Sumatera Utara.

Dia juga mengimbau agar Hipesbi dapat merangkul masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian sejarah dan adat budaya bangsa terutama yang ada di Sumatera Utara.

Hasban juga mengatakan bahwa banyak sekali adat budaya yang ada di Sumut, bila ini dijaga dan dilestarikan dapat menjadi income bagi daerah. "Kreatifitas, ide-ide dan tangan trampil dari anak bangsa sangat diperlukan sehingga adat budaya kita dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Sumatera Utara," ujar Hasban.

Pada kesempatan itu Hasban juga mengharapkan agar Hipesbi bisa bekerjasama dengan instansi terkait provinsi dan kabupaten kota serta masyarakat agar program kerja Hipesbi bisa berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dan semua pihak. "Dengan tekad yang tulus dan kerjasama dengan berbagai pihak saya menyakini bahwa program kegiatan Hipebsi Sumut dapat berjalan dengan baik dan sejarah dan budaya kita dapat dilestarikan," ujarnya.

Sementara Asisten Kesos Setdaprovsu H Zulkarnain, SH, MSi berpendapat bahwa perlu adanya sosialisasi dan ekpos tentang sejarah dan adat budaya yang ada di Sumut. Yang diekspos, lanjutnya tentunya yang menarik dan tidak melanggar norma-norma sosial di masyarakat. "Ekspos melalui media massa tentunya sangat mendukung agar budaya kita dapat dikenal," kata Zulkarnain.

Begitu juga dengan Kadis Kominfo Provsu Jumsadi Damanik, dia mengharapkan untuk fokus dalam melestarikan adat budaya. Masyarakat diharapkan dapat mengetahui sebenarnya sejarah dari peninggalan adat budaya tersebut. "Dengan demikian tampilannya dapat dikemas dengan menarik dan mempunyai ciri khas." ujarnya.

Ketua Umum Hipesbi Sumut Satia Basa Dalimunthe mengatakan bahwa pihaknya mengadakan audiensi kepada Pemprovsu mengingat nilai sejarah dan peninggalan adat budaya yang ada di Sumatera Utara sudah mulai memudar dan bahkan ada yang hilang. "Hipebsi Sumut sangat prihatin dengan sejarah dan adat budaya yang ada di Sumut kurang diperhatikan," katanya.

Hipebsi Sumut juga mendapat masukan setelah mengadakan riset dan investigasi. Ada 4 kabupaten kota yang telah dilakukan riset dan investigasi seperti kota Medan,Kota Tanjung Balai, Kabupaten Deli Serdang dan Labuhan Batu Utara. Banyak peninggalan sejarah dan cagar budaya tak benda yang mulai hilang seperti tari-tarian khas daerah dan olah raga khas daerah serta peninggalan sejarah seperti istana kesultanan daerah-daerah yang tidak terpelihara dan terabaikan. "Hipebsi butuh dukungan dari pemprovsu agar dapat melaksanakan program kerjanya dengan baik," ujar Satia. (Gaho)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama